Pasuruan, 28 November 2025 - Audiensi dari Forum Komunikasi Tani Antar Desa (FAKTA) terkait Rencana Pembangunan Instalasi Militer Kasus Tanah Di Wilayah Lekok dan Nguling diterima oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, S.Ag., M.Pd.I. Wakil Bupati Pasuruan, H.M. Shobih Asrori dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, Teguh Ananto, SH., MH., dan Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Eko Suryono, S.Pd., serta Misto Leo Faisal turut menghadiri audiensi tersebut.
Audiensi ini dihadiri oleh Dankodaeral, â Dankodikmar, Dankolatmar, Danlanmar Surabaya, Kaprokimal Balurjatim, â Camat Nguling, Kepala Desa dan Perwakilan Penduduk Desa Sumber Anyar, â Camat Lekok dan Perwakilan Penduduk Desa Alastlogo, Desa Pasinan, Desa Semedusari, â Desa Wates, â Desa Jatirejo, â Branang, Tampung, Balonganyar dan Gejug Jati.
Komando Latih Marinir (Kolatmar), Brigjen TNI (Mar) Agus Dwi Laksana menyampaikan bahwa rencana Pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 15 Marinir di daerah Grati, Pasuruan sekitar 40 hektar ini dirancang khusus untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Tujuannya dibentuk dalam rangka inisiatif pemerintah dan TNI untuk ketahanan pangan, dengan struktur yang mencakup kompi pertanian, kesehatan, perikanan, dan pembangunan.
Dan pembangunan batalyon di daerah Grati Pasuruan adalah ketentuan dari Kementerian Pertahanan dan tidak bersentuhan dengan tanah warga. TNI Angkatan Laut juga akan membangun Sekolah Tamtama, dimana harapan Komando Latih Marinir (Kolatmar) ini, sekolah Tamtama bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, S.Ag., M.Pd.I., berharap bahwa tidak ada permasalahan antara TNI AL dan warga sekitar. Dan DPRD Kabupaten Pasuruan akan mengirim surat ke Presiden dan DPR Komisi II terkait permasalahan ini.
Eko Suryono menyampaikan bahwa â permasalahan ini bisa terselesaikan antara warga desa dan kebijakan pembangunan batalyon dari Pemerintah Pusat. Dan berharap untuk mediasi untuk menyamakan persamaan antara warga dan TNI.
Komando Latih Marinir (Kolatmar), Brigjen TNI (Mar) Agus Dwi Laksana menyampaikan kembali bahwa pembangunan batalyon ini tetap dibangun atas Kenijakan Pemerintah Pusat. Beliau juga membuka ruang kepada warga sekitar apabila ada warga sekitar yang ingin menyampaikan aspirasinya. Dan berharap audiensi ini bisa membuka wadah kepada seluruh masyarakat yang hadir, agar tidak ada peramasalahan di kemudian hari.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini