PASURUAN - Tiga anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan membahas pengembangan Penerangan Jalan Umum (PJU) Smart System dalam podcast JAWARA (Jagongan Wakil Rakyat) di Raci, Bangil, Senin (24/8/2026).
Dalam diskusi tersebut, H. Hasan Bisri, M. Khoirul Anam, dan Akhmad Mujangki sepakat bahwa PJU Smart System memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, pembangunan harus diikuti dengan pemeliharaan agar fasilitas yang sudah dibangun tetap berfungsi dengan baik.
Berdasarkan data Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pasuruan pada 6 Juli 2026, pembangunan PJU Smart System di ruas Sukorejo-Bangil mencapai 385 titik dengan anggaran Rp11 miliar dari APBD 2026.
Menurut H. Hasan Bisri, PJU bukan hanya soal lampu jalan, tetapi juga bagian dari pelayanan publik yang berkaitan dengan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
âTeknologi boleh berkembang, tetapi ukuran akhirnya tetap manfaat yang dirasakan masyarakat,â ujar Hasan.
Sementara itu, M. Khoirul Anam menjelaskan, keunggulan Smart System terletak pada sistem pengelolaan yang memungkinkan kondisi lampu dipantau secara lebih terpusat sehingga gangguan dapat diketahui dan ditangani lebih cepat.
âYang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan pelayanan,â kata Anam.
Selain pembangunan baru, DPRD juga menyoroti pentingnya pemeliharaan. Data Pemerintah Kabupaten Pasuruan per 8 Juli 2026 mencatat sekitar 1.200 pengaduan PJU masuk dan 1.156 di antaranya telah ditangani.
Akhmad Mujangki menilai pembangunan dan pemeliharaan harus berjalan beriringan.
âKita bisa membangun PJU baru sebanyak apa pun, tetapi kalau pemeliharaannya tidak berjalan, manfaatnya tidak akan maksimal,â ujarnya.
DPRD juga mendorong agar pembangunan PJU berikutnya dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas, dengan mempertimbangkan kondisi penerangan, mobilitas masyarakat, keselamatan, jumlah pengaduan, serta kemampuan anggaran daerah.
Menurut Mujangki, pengawasan juga tidak cukup hanya melihat apakah lampu sudah terpasang. Kualitas pekerjaan, spesifikasi, pemanfaatan, hingga hasil akhirnya perlu diperhatikan.
âKarena uang yang digunakan adalah uang publik, maka hasil pekerjaannya juga harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,â kata Mujangki.
DPRD berharap PJU Smart System tidak hanya menambah jumlah lampu di jalan, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemeliharaan, respons terhadap pengaduan, efisiensi pengelolaan, serta pemerataan penerangan menjadi bagian penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Komentar (0)